Pemerintah Optimis Pertumbuhan Kuartal I Tahun 2018 Mencapai 5,2%


Jakarta, (16/4): Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Aula Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyampaikan bahwa mayoritas penerimaan pajak meningkat pada kuartal I tahun 2018. Tercatat pada kuartal I, penerimaan negara mencapai Rp. 262,4 triliun. Angka tersebut naik sebesar 10,3% dibandingkan penerimaan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan tersebut ungkapnya mencakup penerimaan pajak dan bea cukai. Dalam data yang dipaparkan oleh Menkeu, hampir seluruh jenis pajak utama tumbuh double digit dengan rincian; PPh pasal 21 tumbuh 15,73%; PPh Badan tumbuh 28,42%; PPh final tumbuh 13,49% PPN dalam negeri tumbuh sebesar 13,06% dan PPN impor tumbuh 21,56%. Sementara itu untuk penerimaan bea dan cukai tercatat hingga Maret 2018 mencapai 17,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 15,8% dibandingkan tahun lalu.

Pada sisi belanja, hampir seluruh belanja dari growth-nya tumbuh positif. Hanya belanja modal yang realisasinya lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini menurut Menkeu disebabkan oleh belanja modal dalam APBN yang alokasinya memang lebih kecil dibandingkan dengan APBNP tahun sebelumnya. Lebih lanjut Menkeu menambahkan bila pada kuartal I tahun 2018, belanja bantuan sosial menjadi belanja yang paling tinggi dengan nilai mencapai Rp. 17,9 triliun. Angka tersebut naik  87% ini dari kuartal I tahun sebelumnya. Dengan belanja bansos yang tinggi, diharapkan dapat menjaga growth yang positif dan di sisi lain negara tetap dapat melindungi warga negaranya yang berada pada garis kemiskinan.

Selain penerimaan dan belanja yang tumbuh positif, pembiayaan pada kuartal I juga menunjukkan angka yang cukup memuaskan. Menkeu mengungkapkan bila pembiayaan hingga Maret 2018 mencapai Rp. 148,2 triliun atau setara dengan 37% dari APBN 2018. Angka tersebut jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami penurunan sebesar – 21,1% sehingga defisit APBN masih terjaga di angka 0,58%. Menkeu menjamin agar ia dan beserta jajarannya akan terus berupaya untuk menjaga defisit hingga akhir tahun sesuai dengan yang ditetapkan dalam APBN 2018 yaitu sebesar 2,19% dari PDB. “APBN kita dijaga semakin prudent. Kami akan berupaya agar defisit APBN hingga akhir tahun 2018 berada di angka 2,19%” ujarnya. Dengan penerimaan, belanja dan pembiayaan yang menunjukkan realisasi yang cukup baik, pemerintah optimis bahwa pertumbuhan hingga pada kuartal I akan mencapai 5,2%. (is/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 24/KM.10/2018,   USD : 14,134.00    AUD : 10,658.45    GBP : 19,032.00    SGD : 10,539.58    JPY : 12,756.55    EUR : 16,665.12    CNY : 2,222.96