Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Korban Kecelakaan


Jakarta, (12/5): Dalam rangka meningkatkan perlindungan dasar kepada masyarakat, Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal dan PT. Jasa Raharja bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan POLRI menggelar “Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Korban Kecelakaan Penumpang Umum dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Jalan” pada hari Jumat, tanggal 12 Mei 2017 bertempat di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan. Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai bentuk diseminasi informasi kepada masyarakat atas terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/PMK.010/2017 dan PMK Nomor 16/PMK.010/2017 pada tanggal 13 Februari 2017.

Mengawali acara sosialisasi, Suahasil Nazara selaku Kepala Badan Kebijakan Fiskal menyampaikan dua hal yang menjadi dasar awal kebijakan kenaikan besaran santunan untuk korban kecelakaan setelah 9 tahun tidak mengalami perubahan. Pertama, karena kondisi PT. Jasa Raharja berada dalam situasi keuangan yang stabil dan sangat baik. Kedua, terjadinya penurunan intensitas kecelakaan secara signifikan sehingga total besaran jumlah santunan yang dikeluarkan oleh Jasa Raharja juga mengalami penurunan. Suahasil juga menyampaikan bahwa kenaikan santunan yang diberikan ini tidak diikuti dengan kenaikan iuran wajib yang dibayarkan masyarakat.

Beberapa perubahan besaran santunan korban kecelakaan sesuai PMK tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: i) Meninggal Dunia, dari sebelumnya 25 juta rupiah menjadi 50 juta rupiah; ii) Cacat Tetap (maksimal), Dari sebelumnya 25 juta rupiah menjadi 50 juta rupiah; dan iii) Biaya Perawatan (maksimal): Dari sebelumnya 10 juta rupiah menjadi 20 juta rupiah. Selain itu, Jasa Raharja juga memberikan manfaat baru berupa biaya P3K dan biaya ambulans. PMK tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Juni 2017.

Sosialisasi yang dimoderatori oleh Tina Talisa ini menghadirkan dua panelis, yaitu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Budi Setyarso, Direktur Utama PT. Jasa Raharja.  Sri Mulyani menyampaikan bahwa sudah menjadi tugas pemerintah melalui Jasa Raharja selaku BUMN untuk mengelola apa yang dibayarkan oleh masyarakat dan mengembalikan manfaatnya kepada masyarakat. Sri Mulyani juga berharap kenaikan santunan ini tidak menimbulkan moral hazard, masyarakat harus tetap berhati-hati. Tak lupa Sri Mulyani juga memberikan apresiasi kepada Masyarakat dan POLRI karena telah tertib dan menertibkan dalam hal berkendara sehingga angka kecelakaan menurun.

Selanjutnya, Budi Setyarso menyampaikan bahwa Jasa Raharja selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hingga saat ini sudah terdapat kantor Jasa Raharja di setiap kabupaten dan penyelesaian santunan dilakukan dalam waktu satu hari satu malam, serta tetap memberikan pelayanan di hari libur agar penyelesaian santunan dapat diselesaikan di hari yang sama. Budi juga menyampaikan ada tiga hal mengenai kenaikan santunan yang diperkirakan tidak akan membebani keuangan perusahaan.  Pertama, selama ini berdasarkan catatan Jasa Raharja, pemilik kendaraan bermotor selalu membayar iuran dan sumbangan wajib secara benar. Kedua, kenaikan jumlah kendaraan bermotor sebanyak delapan hingga sembilan persen di setiap tahunnya, hal ini tentu menambah jumlah iuran wajib yang diterima Jasa Raharja. Ketiga, saat ini seluruh negara sedang fokus pada upaya mendorong penurunan jumlah kecelakaan.

Pada akhir acara, sosialisasi ini menghadirkan Ahli Waris yang telah menerima santunan dari Jasa Raharja dan memberikan testimoni mengenai kecepatan pelayanan yang diberikan oleh Jasa Raharja. (lnf-atw)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 46/KM.10/2017,   USD : 13,538.00    AUD : 10,270.01    GBP : 17,854.48    SGD : 9,975.68    JPY : 12,011.46    EUR : 15,945.16    CNY : 2,040.14