Green Climate Fund High Level Segment


Nusa Dua, (28/4): Bekerja sama dengan Green Climate Fund (GCF), Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan High-Level Segment dengan tema “Ambition for Asia” pada hari Jumat, tanggal 28 April 2017 bertempat di Samudra Hall, Ayodya Resort Bali. Pertemuan ini dihadiri oleh staf GCF, anggota Dewan GCF, NDA dan focal point, serta pemangku kepentingan dari negara-negara di kawasan Asia untuk bertemu dan mendiskusikan program negara dan entitas yang bersangkutan.

Acara dibuka dengan open address oleh Executive Director Green Climate Fund, Amb. Howard Bamsey dan welcome remarks oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Prof. Suahasil Nazara. Dalam sambutannya, Suahasil menyampaikan bahwa acara ini sangat penting untuk mengingatkan kita tentang perkembangan ekonomi politik global dan tantangan yang dipikul bagi iklim kita.

Kemudian Suahasil juga menyampaikan bahwa GCF merupakan lembaga yang berdiri dari hasil United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali pada Tahun 2007 yang berfungsi untuk mencapai target global dalam mengatasi perubahan iklim. Selanjutnya, dialog ini diadakan dalam rangka meningkatkan kinerja GCF dalam mencapai tujuannya dan infrastruktur hijau juga menjadi salah satu perhatian bagi Indonesia. Suahasil Nazara juga berharap Sekretariat GCF dapat menyampaikan ambisi untuk Asia sebagai bukti kuat atas mandat dari COP UNFCCC dalam mendukung National Determination Contributions (NDC) Negara-negara Asia.

Selepas acara pembukaan, dilakukan penandatangan Accredited Master Agreement (AMA) antara GCF dan PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai badan usaha milik negara dengan fokus pada pembiayaan infrastruktur. Diharapkan atas akreditasi ini akan menjadi langkah penting dalam upaya peningkatan pengembangan proyek hijau di Indonesia dan dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi global.

Acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh Amb. Howard Bamsey. Pada diskusi ini dibahas mengenai Ambition for Asia (Countries) terhadap perubahan iklim, serta tanggapan regional terhadap Paris Agreement, kebutuhan dan prioritas pelaksanaan dan peran GCF. Panelis yang berdiskusi pada sesi ini berasal dari perwakilan pemerintahan negara Malaysia, Filipina, Laos, Pakistan, dan Nepal.

Setelah pembahasan mengenai Ambition for Asia (Countries), diskusi panel ini dilanjutkan dengan sesi-Ambition for Asia (Entities) dengan tujuan mencari best practices dan inovasi untuk solusi meningkatkan mobilisasi climate finance oleh entitas terakreditas GCF sesuai dengan kebutuhan bersama atas dasar common but differentiated responsibilities dari negara anggota GCF di Asia. Panelis dalam diskusi ini berasal dari NABARD, FAO, PT SMI, dan UNDP. Dalam paparannya, PT SMI yang diwakili oleh Darwin Trisna Djajawinata, Direktur Pengembangan Proyek dan Advisory, menjelaskan proses mendapatkan akreditasi GCF dan lesson learned  selama proses akreditasi. Selain itu, Darwin juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mengidentifikasi 15 NAMAs (Nationally Appropriate Mitigation Actions) yang membutuhkan dukungan dana internasional dengan estimasi investasi sekitar USD 870 juta (2015-2020). Oleh karena itu, strategi pemerintah jangka panjang untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan perlu dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur dengan area target pendanaan akan fokus pada Indonesia Bagian Timur.

High Level Segment ditutup dengan closing remarks oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara. Beliau mengucapkan apresiasi kepada the Green Climate Fund atas terselenggaranya acara ini dengan baik. Harapannya, seluruh peserta mendapatkan informasi yang cukup dan berharap acara ini dapat berkesinambungan di masa depan sebagai program sharing di forum koordinasi NDA untuk Asia. (ast/is)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 21/KM.10/2017,   USD : 13,323.00    AUD : 9,907.37    GBP : 17,281.27    SGD : 9,582.96    JPY : 11,933.93    EUR : 14,852.52    CNY : 1,937.44