Green Climate Fund Structured Dialogue With Asia


Nusa Dua, (27/4): Bertempat di Samudra Hall, Ayodya Resort Bali, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Green Climate Fund Structured Dialogue with Asia. Acara ini diikuti 100 orang peserta dari 30 negara dan dikemas dalam bentuk workshop yang berlangsung selama dua hari (26 – 27 April 2017). Tujuan diselenggarakannya workshop ini yaitu sebagai ajang diskusi guna meminta masukan dalam penyusunan proposal kesiapan permintaan dana  (Readiness Fund), khususnya untuk Dukungan untuk NDA/Focal Points; Penyiapan Country Programme, dan Pengembangan National Adaptation Plan/ NAP.

Acara dibuka dengan open statement dan welcome remarks oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, Syarif Hidayat. Dalam sambutannya Syarif menyampaikan bahwa merupakan sebuah momentum karena pada Tahun 2007, Bali digunakan sebagai tempat terselenggaranya The Third United Nation Climate Change Conference, yang dihadiri lebih dari 180 negara dan menghasilkan Bali Road Map. Sepuluh tahun kemudian, di Tahun 2017 Bali digunakan kembali oleh Green Climate Fund yang merupakan lembaga pendanaan iklim terbesar di dunia, dimana Indonesia dan negara berkembang lainnya memperoleh akses untuk mendanai proyek dan program nasional untuk mengurangi emisi dan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, ia berharap dengan diadakannya pertemuan ini dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dana yang diakses dari Green Climate Fund dapat mendukung perubahan iklim, menyelamatkan bumi, dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan welcome remarks oleh Clifford Polycarp, selaku Director Country Programming Division GCF. Dalam presentasinya, Polycarp juga menyampaikan terkait peran Country Programme, pedoman GCF untuk mengembangkan Country Programmes, dan entity programmes yang mendorong pengembangan program tersebut untuk jangka pendek maupun jangka panjang.   

Workshop ini dilanjutkan dengan pembagian peserta menjadi tiga kelompok dengan pembahasan Country Programmes and Session. Kelompok tersebut terdiri dari perwakilan beberapa negara, partner dan stakeholder lainnya. Fokus pada sesi ini adalah fasilitasi perkembangan proyek melalui Country Programmes.

Workshop hari pertama ditutup dengan plenary session terkait International Accredited Entity Programmes and Project Experience. Pada sesi ini, entitas terakreditasi internasional berbagi pengalaman tentang perkembangan proyek mereka dan system yang digunakan suatu negara dalam mendorong program entitas mereka. Entitas terakreditasi yang menjadi pembicara pada pertemuan ini antara lain UNDP, FAO, IUCN, Conservation International, WWF, UNEP, Korean Development Bank, GIZ, EIB, FMO. Hasil yang ingin dicapai dari pembahasan ini adalah draft program entitas dan proyek indikatif negara-negara di Asia untuk jangka pendek maupun jangka panjang, serta identifikasi NDA terhadap entitas terakreditasi yang ingin mereka kerjakan untuk mengembangkan gagasan proyek mereka lebih lanjut. (AST/IS)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 29/KM.10/2017,   USD : 13,319.00    AUD : 10,565.22    GBP : 17,326.17    SGD : 9,755.07    JPY : 11,932.55    EUR : 15,458.93    CNY : 1,971.30