Menkeu Ajak Dialog Para Pengusaha untuk Rancang Kebijakan Fiskal 2020


Jakarta (19/2) - Capaian prestasi pertumbuhan ekonomi 2018 tidak lepas dari peran dunia usaha yang semakin membaik. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku usaha yang telah bersinergi dengan sangat baik. Hal tersebut disampaikan dalam acara Dialog Ekonomi dan Kebijakan Fiskal bersama Menteri Keuangan yang berlokasi di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Direktorat Jenderal Pajak.

“Terima kasih sekali atas seluruh sumbangan, kepatuhan, dan kontribusi kepada Bapak/Ibu semua yang telah bersama-sama menciptakan ekonomi kita yang berdaya tahan”, ujar Sri Mulyani kepada seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan 27 asosiasi dan 54 Wajib Pajak (WP) BUMN terbesar.

Tahun 2018 telah ditutup dengan APBN yang sehat dan stabil. Melalui kesempatan dialog dengan para pelaku usaha ini, Sri Mulyani berharap para jajaran Kementerian Keuangan yang hadir: Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara; Direktur Jenderal Pajak, Robert Pakpahan; serta Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi dapat meracik formula untuk mendesain kebijakan fiskal 2020 agar ekonomi Indonesia terus sehat, kuat, berkelanjutan, dan berkeadilan ke depannya.

Pada acara ini Suahasil Nazara berkesempatan menyampaikan perkembangan ekonomi makro, APBN, dan kebijakan fiskal ke depan. Tahun 2018 yang ditutup dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% bukanlah tahun yang mudah akibat gejolak volatilitas perekonomian global. Perekonomian yang baik ini dperkirakan akan berlanjut di tahun 2019. Bahkan penerimaan perpajakan diproyeksikan masih akan meningkat hampir mencapai 17% di tahun ini. Menurut Kepala BKF, ini bukanlah angka yang mustahil dapat diraih jika ada kepercayaan, keyakinan, dan dukungan dari para pelaku usaha. 

Pada kesempatan ini, Jajaran Kemenkeu juga menyampaikan sejumlah insentif perpajakan bagi para pelaku usaha. “Pemerintah itu bukan hanya mengumpulkan pajak, pemerintah juga memberikan berbagai insentif. Ini yang harus diketahui para pelaku usaha”, tegas Suahasil.

Dengan insentif ini, diharapkan iklim usaha semakin baik sehingga jumlah kesempatan kerja semakin bertambah, investasi bertambah, dan ekspor semakin tinggi. (fm/is)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 19/MK.10/2019,   USD : 14,137.00    AUD : 10,111.62    GBP : 18,483.08    SGD : 10,444.18    JPY : 12,669.80    EUR : 15,943.65    CNY : 2,104.70