RI Rawan Bencana, Jusuf Kalla Bicara Asuransi Aset Negara


Nusa Dua, Bali, (10/10); Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengingatkan pentingnya skema perlindungan aset negara ketika Indonesia mengalami bencana alam tanpa menambah beban APBN dan bantuan internasional.

“Sebagai ring of fire, bencana di Indonesia tidak dapat dihalau. Oleh karenanya, dibentuklah BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk mitigasi dan penanganan bencana.” Kata JK saat membuka High Level Dialogue bertemakan Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) di BICC-Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).

Bencana yang terjadi baru-baru ini di Lombok, Palu, dan Donggala merupakan fenomena alam yang terjadi karena letak geogragis Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di ring of fire. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana.

Menurut JK, selama ini bencana yang terjadi diatasi menggunakan anggaran dari APBN. Kerugian yang diderita atas bencana tidak sedikit. Sementara kemampuan pemerintah dalam menyediakan pendanaan untuk mengatasi dampak bencana sangat terbatas.

Untuk itu, solusi berupa asuransi risiko bencana alam harus segera dirumuskan, sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan kembali aset negara serta memperbaiki kehidupan masyarakat yang terdampak.

"Contohnya, kalau pasca bencana ada jembatan rusak kita harus mengeluarkan dana APBN untuk membangun kembali. Kalau ada skema mirip asuransi, akan membantu ketahanan sebuah negara terhadap bencana." ujar JK.  

Ke depan, JK berharap masyarakat Indonesia bisa berusaha bagaimana hidup dalam bencana. Masyarakat harus dididik dengan pengetahuan bencana alam, pengalaman, dan kesadaran mitigasi bencana yang tinggi. (atw/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 52/KM.10/2018,   USD : 14,581.00    AUD : 10,496.87    GBP : 18,348.02    SGD : 10,611.04    JPY : 12,854.37    EUR : 16,522.28    CNY : 2,115.26