Pemerintah Lakukan Penyesuaian Tarif PPh Pasal 22 terhadap 1.147 produk impor


Jakarta, (5/9); Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani didampingi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumumkan melakukan penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) pasal 22 atau pajak impor terhadap 1.147 produk.

“Penyesuaian tarif PPh 22 ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengendalikan defisit transaksi terutama bagi komoditas barang impor yang bisa disubstitusi di dalam negeri dan memperhatikan perkembangan industri nasional,” kata Menkeu dalam konferensi pers di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Rabu (5/9).

Dikatakan Menkeu, perkembangan perekonomian global saat ini telah memberikan dinamika yang tinggi terhadap neraca transaksi berjalan dan mata uang di banyak negara, termasuk Indonesia. Pada semester I tahun 2018, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia mencapai USD13,5 miliar (2,6 persen terhadap PDB). Salah satu penyebab defisit transaksi berjalan adalah pertumbuhan impor yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor. Oleh karena itu, pemerintah meninjau kebijakan PPh terhadap barang konsumsi impor untuk mendorong penggunaan produk domestik.

Menkeu menjelaskan bahwa peraturan penyesuaian tariff PPh pasal 22 ini dibuat setelah melakukan kajian mendalam dan menyeluruh secara bersama-sama oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kantor Staf Presiden atas peraturan sebelumnya yang mengatur barang-barang impor yakni PMK 132/PMK.010/2015, PMK 6/PMK.010/2017, dan PMK 34/PMK.010/2017.

Sedangkan pemilihan PPh Pasal 22 dalam pengendalian tarif dilakukan karena PPh pasal 22 merupakan pembayaran pajak penghasilan di muka yang dapat dikreditkan sehingga kenaikan tarif PPh pasal 22 pada prinsipnya tidak akan memberatkan industri.

Adapun rincian barang impor yang dilakukan penyesuaian tarif PPh Pasal 22 adalah sebagai berikut:

  1. 210 item komoditas termasuk barang mewah seperti mobil CBU, motor besar, dan laptop, dari tariff semula 7,5% dinaikkan menjadi 10%.;
  2. 218 item komoditas termasuk seluruh barang konsumsi yang sebagian besar telah dapat diproduksi di dalam negeri seperti barang elektronik, keperluan sehari-hari (sabun, shampoo, kosmetik), dan peralatan masak/dapur, dari tarif semula 2,5% dinaikkan menjadi 10%;
  3. 719 komoditas termasuk produk makanan dan minuman olahan, bahan bangunan, dan produk tekstil, dari tarif semula 2,5% dinaikkan menjadi 7,5%.

Pada kesempatan ini Menkeu juga mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan akan terus melakukan simplifikasi administrasi perpajakan dan kepabeanan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam memitigasi dampak volatilitas ekonomi global. (atw/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 47/KM.10/2018,   USD : 14,702.00    AUD : 10,626.17    GBP : 19,077.64    SGD : 10,663.83    JPY : 12,913.31    EUR : 16,637.73    CNY : 2,117.26