Voyage to Indonesia Seminar on Women's Participation for Economic Inclusiveness


Surabaya, (2/8): Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal menyelenggarakan Voyage to Indonesia Seminar on Women's Participation for Economic Inclusiveness di Surabaya. Acara tersebut merupakan rangkaian policy event kegiatan Annual Meetings IMF World Bank 2018 di Bali. Menteri Keuangan yang membuka acara tersebut, melalui keynote speech-nya mengutarakan pentingnya kesetaraan gender dalam ekonomi. Ia mengatakan jika sebuah negara memiliki kesetaraan gender yang terjaga dengan baik, maka negara tersebut akan memiliki ketahanan yang tinggi. Lebih lanjut Menkeu menyampaikan kesetaraan gender akan meningkatkan inklusivitas perempuan dalam ekonomi yang pada akhirnya berpengaruh pada pertumbuhan.

Dari data World Bank, ditemukan bahwa kesenjangan gender akan menghilangkan pendapatan rata – rata negara OECD sebesar 15%. Walaupun tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di seluruh dunia meningkat, kesenjangan gender masih dirasakan oleh seluruh negara, baik negara maju maupun berkembang.  Dengan fakta tersebut, kesenjangan gender menjadi perhatian di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri, kesetaraan gender di bidang pendidikan sudah lebih baik. Hal tersebut terlihat dari Gender Parity Index (GPI) Primer Indonesia berada pada angka 0,973. Dengan rasio mendekati angka 1, menunjukkan bahwa kesempatan yang didapat oleh perempuan dan laki – laki hampir sama dalam mengenyam pendidikan. Namun demikian, meski akses terhadap pendidikannya baik, faktanya jumlah perempuan yang bekerja di Indonesia hanya setengah dari populasi yang ada. Jumlah tersebut termasuk kecil dibandingkan dengan laki – laki yang mencapai lebih dari 80%. Selain masih minimnya jumlah perempuan bekerja, upah yang diterima pun lebih kecil dibandingkan dengan laki – laki meskipun tingkat pendidikannya sama.

Selain adanya kesenjangan pendapatan, perempuan di Indonesia lebih banyak bekerja pada sektor informal, seperti pertanian dan perikanan. Perempuan masih dibatasi dengan adanya norma di masyarakat bahwa perempuan harus mengurus keluarga.

Menkeu mengatakan bahwa persoalan kesenjangan gender bukan hanya pekerjaan rumah pemerintah, tetapi juga lembaga internasional, sektor swasta dan stakeholders lain untuk bisa memberikan akses yang sebesar-besarnya bagi perempuan untuk bekerja dan berkontribusi dalam ekonomi. Langkah – langkah yang dapat ditempuh dari sisi pemerintah untuk mengurangi kesenjangan gender seperti membuat anggaran berbasis gender yang dapat mempengaruhi tingkat partisipasi dan investasi perempuan serta perlindungan hukum untuk perempuan di tempat kerja.

Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama dengan World Bank Group inni turut menghadirkan Vivi Alatas, Senior Economist World Bank; Philia Wibowo, McKinsey Indonesia; Shinta Danuwardoyo, bubu.com; Faida, Bupati Jember; dan Nurhaida, Otoritas Jasa Keuangan. Dalam seminar tersebut dibagi menjadi dua sesi yang membahas tentang kesetaraan gender dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan masa depan pekerjaan perempuan di era transformasi digital saat ini. (is/mka)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 52/KM.10/2018,   USD : 14,581.00    AUD : 10,496.87    GBP : 18,348.02    SGD : 10,611.04    JPY : 12,854.37    EUR : 16,522.28    CNY : 2,115.26