Wamenkeu Buka Seminar AIFC ketiga di Makassar


Makassar, (4/7): Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), IsDB Group, Bank Dunia, dan Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Annual Islamic Finance Conference (AIFC) yang ketiga di Makassar. Dengan mengangkat tema “Enhancing The Role of Islamic Finance within Digital Economy Era: Opportunities and Challenges”, seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari lembaga multilateral, regulator, perumus kebijakan, para ahli, akademisi, serta praktisi syariah dan teknologi keuangan dari dalam dan luar negeri.

Mengawali acara seminar, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara menyampaikan bahwa AIFC yang diselenggarakan di Makassar ini merupakan penyelenggaraan AIFC yang ketiga, setelah tahun pertama diselenggarakan di Jakarta dan tahun kedua di Yogyakarta. Suahasil menyatakan bahwa tujuan diselenggarakan AIFC kali ini adalah untuk mendorong diskusi mengenai keuangan syariah dan sinerginya dalam inovasi teknologi digital dalam rangka pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo pada pidato kuncinya menyampaikan bahwa saat ini dunia telah memasuki sistem digital yang telah memengaruhi hidup kita dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi khususnya keuangan Islam. Dikatakan Mardiasmo, teknologi serta inovasi digital di sektor keuangan (fintech) berkembang cukup signifikan hingga mengubah landscape industri keuangan yang mempercepat target inklusi dan mendorong inovasi keuangan. “Fintech memberi solusi inovatif melalui produk dan jasa. Selain itu,  fintech juga memungkinkan melakukan bisnis dan membangun bisnis dengan waktu yang lebih singkat khususnya untuk ekonomi usaha mikro kecil dan menengah yang seringkali menemui hambatan dari segi pembiayaan dan kekurangan pengelolaan finansial,” ungkapnya.

Mardiasmo juga menyampaikan bahwa fintech memegang peranan penting dalam meningkatkan akses finansial. Menurutnya, memahami bahwa akses masyarakat ke dalam keuangan informal adalah sangat penting. Hal ini akan membawa Indonesia kepada inklusivitas yang akan berdampak positif pada tujuan kesejahteraan masyarakat, menghapuskan kemiskinan dan juga menciptakan lapangan pekerjaan.

Dr. Humayon Dar yang hadir mewakili Presiden IsDB Dr. Bandar Hajjar, pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi IsDB kepada Presiden Jokowi yang terus berkomitmen untuk menjadi pemain besar dalam keuangan syariah.

“Dengan 80% pupulasi penduduk muslim, Indonesia sukses  mentransfer potensi-potensinya hingga saat ini berada di posisi ke-6 dunia dalam industri keuangan syariah,” ujar Dr. Humayon Dar. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini industri keuangan syariah semakin berkembang dengan makin banyaknya perbankan/lembaga syariah dan cakupan geografis yang meluas. “Industri keuangan syariah telah berkembang ke Rusia, Mozambik, hingga Korea Selatan,” ungkapnya.

Selain Suahasil Nazara, Mardiasmo, dan Dr. Humayon Dar, seminar AIFC juga menghadirkan Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tautono Tana Ranggiana. Kedua tokoh Sulawesi Selatan tersebut menyampaikan apresiasi dan kebanggaan mereka atas terselenggaranya AIFC di Makassar. (atw/cs)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 47/KM.10/2018,   USD : 14,702.00    AUD : 10,626.17    GBP : 19,077.64    SGD : 10,663.83    JPY : 12,913.31    EUR : 16,637.73    CNY : 2,117.26