Pemerintah Akan Fokus Menarik Investor dari Industri Hulu


Jakarta, (4/4): Tren pertumbuhan Indonesia sejak tahun 2015 terus mengalami peningkatan dan hal tersebut diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2018. Kepala BKF, Suahasil Nazara dalam acara Indonesia Financing and Investment Forum 2018 di Jakarta mengungkapkan bahwa pertumbuhan Indonesia di tahun 2017 banyak disumbang dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Dua komponen terbesar penyumbang GDP Indonesia tersebut akan terus digenjot oleh pemerintah di tahun 2018. Berbagai upaya pun telah disiapkan agar konsumsi rumah tangga dan investasi mencapai target yang telah ditentukan dalam APBN 2018.

Pertama, dari sisi konsumsi yang berkontribusi lebih dari 50% GDP tahun 2017, pemerintah akan tetap menjaga daya beli konsumen. Tidak hanya daya beli dari masyarakat menengah atas, tetapi juga daya beli dari masyarakat yang tergolong menengah bawah. Untuk masyarakat miskin misalnya, transfer pemerintah melalui dana desa terus ditingkatkan dan pemberian bantuan pangan dengan skema non-cash transfer. Selain itu, Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia akan berupaya agar inflasi tetap terjaga dengan menjaga kestabilan harga - harga volatile food seperti beras, gula, tepung dll. Diharapkan dengan upaya - upaya tersebut masyarakat golongan bawah tetap memiliki daya beli.

Investasi yang menjadi kontributor kedua terbesar untuk GDP Indonesia, tidak luput dari perhatian pemerintah. Dari Kementerian Keuangan misalnya, dalam waktu dekat ini akan mengumumkan peraturan terkait dengan skema tax holiday yang baru. Menurut Suahasil, di dalam peraturan tersebut, pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan pajak penghasilan badan selama 20 tahun bagi investor yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 30 trilyun atau lebih. Fasilitas tersebut akan diarahkan untuk investor dari industri hulu lanjutnya.

Sementara itu, untuk mendukung peningkatan bisnis start up di Indonesia, pemerintah akan membebaskan pajak untuk penghasilan dari perusahaan yang memberikan modal ventura kepada perusahaan start up. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akses perusahaan start up untuk mendapatkan modal agar semakin berkembang. (Is/atw)

  Kurs Pajak : KMK Nomor 18/KM.10/2018,   USD : 13,858.00    AUD : 10,640.43    GBP : 19,446.43    SGD : 10,515.60    JPY : 12,837.21    EUR : 17,023.35    CNY : 2,203.15