Daily Update : 26-07-2017 | Download File :

BERITA GLOBAL

  • Bursa Wall Street ditutup menguat ditopang oleh sejumlah laporan keuangan perusahaan di Amerika Serikat yang menunjukkan kinerja positif. Bursa Dow Jones dan S&P 500 ditutup menguat masing-masing sebesar 0,47 persen dan 0,29 persen (Reuters)
  • Indeks keyakinan konsumen AS menunjukkan kenaikan pada bulan Juli dari 117,3 pada bulan sebelumnya menjadi 121,1 atau mendekati rekor indeks keyakinan konsumen tertinggi di bulan Maret lalu (124,9). Hal ini sejalan dengan optimisme terhadap pasar tenaga kerja yang meningkat dan akan menjadi pemicu kenaikan daya beli. (Reuters)
  • Neraca perdagangan Selandia Baru untuk bulan Juni mengalami kenaikan surplus secara bulanan dari €74 miliar menjadi €242 miliar. Namun, secara tahunan neraca perdagangan Selandia Baru masih mengalami defisit €3,6 triliun, sedikit menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar €3,8 triliun. (WEC)
  • IMF mempertahankan proyesi pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 2017 dan tahun 2018. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2017, IMF memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) global akan tumbuh 3,5% pada tahun ini dan 3,6% pada tahun depan. Perkiraan itu tidak mengalami perubahan dibandingkan WEO edisi April 2017. IMF menilai bahwa risiko pada pertumbuhan ekonomi global masih relatif seimbang dalam waktu dekat. Namun, dalam jangka menengah risiko itu berada pada sisi negatif. (Bisnis Indonesia)

BERITA DOMESTIK

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan kembali memberikan rekomendasi impor garam kepada PT Garam (Persero). Rekomendasi tersebut akan diberikan apabila Kementerian Perdagangan telah mengubah kode Harmonized System (HS) antara garam konsumsi dan garam industri. Selain itu, KKP saat ini tengah menyusun regulasi pengendalian impor komoditas garam yang merupakan turunan dari UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Penyusunan regulasi tersebut dilakukan antara lain guna mengantisipasi kembali terjadinya kekurangan stok garam yang saat ini tengah terjadi. (CNNIndonesia)
  • Pemerintah akan membuka akses untuk perhutanan sosial pada Agustus tahun ini. Program ini merupakan bagian dari reformasi agraria oleh Pemerintah. Pemerintah akan memberikan hak pengelolaan lahan menggunakan tanah milik Perum Perhutani kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakannya dengan hak pengelolaan selama 35 tahun. Program ini akan diterapkan pada beberapa daerah secara bertahap pada setiap daerah dan dikelola secara cluster. (Kontan)

  • Pemerintah mendapatkan dana sebesar Rp21,05 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan total penawaran mencapai Rp35,9 triliun. lelang tersebut memenuhi target indikatif yang telah ditetapkan yaitu Rp15 triliun dan target maksimal Rp22,5 triliun. Lima seri surat utang tersebut adalah seri SPN03171026, seri SPN12180412, seri FR061, seri FR059, dan seri FR074. Sebelumnya, dalam lelang lima seri SUN pada tanggal 11 Juli 2017, Pemerintah juga berhasil menyerap dana sebesar Rp17 triliun dari total penawaran yang masuk Rp33,6 triliun. (Ipotnews)


Sumber Data: Bloomberg, WEC, Bank Indonesia, Bisnis Indonesia, Reuters, FT, CNN Indonesia, CNBC, Investor Daily, Ipot News, BBC, Kompas, Antara News, Kontan.

Weekly Update : 17-07-2017 s.d 23-07-2017 | Download File :

 

 

“Perekonomian global melanjutkan tren positif di tengah pelemahan harga minyak dunia”

Perekonomian negara maju

Pembangunan rumah di AS pada bulan Juni mengalami rebound setelah terkontraksi di sepanjang tiga bulan terakhir. Perkembangan ini terutama ditopang oleh kenaikan pertumbuhan pembangunan rumah untuk single family dan multy family. Sejalan dengan pembangunan rumah, pertumbuhan izin pendirian bangunan turut mengalami kenaikan. Di tengah tinginya permintaan terhadap perumahan, sentimen pelaku konstruksi turun ke level terendah dalam 8 bulan terakhir. Penurunan tersebut disebabkan oleh tingginya harga bahan baku konstruksi, terutama kayu, serta terbatasnya persediaan lahan dan tenaga kerja. 

Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya pada level nol persen serta melanjutkan program quantitative easing (QE) sebesar EUR 60 miliar per bulan. Namun, pihak ECB memberikan sinyal bahwa peluang diturunkannya jumlah alokasi dana untuk program QE masih terbuka apabila tingkat upah dan inflasi di kawasan telah mencapai target yang ditetapkan.  Sebelumya, rilis data kantor statistik kawasan Eropa menunjukkan inflasi kembali melambat di bulan Juni seiring dengan melambatnya harga komoditas energi dan bahan pangan. Di sisi lain, inflasi inti yang mengecualikan komponen energi dan bahan pangan dalam perhitungannya mengalami kenaikan di bulan Juni.

Laju inflasi UK pada bulan Juni melambat untuk pertama kalinya sejak Oktober tahun lalu. Perlambatan ini terutama didorong oleh rendahnya harga bahan bakar bensin dan diesel. Para ekonom menilai, melambatnya laju inflasi mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Sementara itu, heat wave yang terjadi di UK pada bulan Juni mendorong kenaikan penjualan pakaian di negara tersebut. Kenaikan penjualan pakaian, alat rumah tangga, dan sepatu mendorong rebound penjualan ritel setelah mengalami kontraksi di bulan sebelumnya.

Bank of Japan (BoJ) mempertahankan kebijakan moneternya dengan menahan suku bunga pada level -0,1 persen. Selain itu, BoJ juga merevisi proyeksi inflasinya di tahun 2017 dan 2018, yaitu dari 1,4 persen dan 1,9 persen menjadi 1,1 persen dan 1,8 persen. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2017 dan 2018 direvisi ke atas menjadi 1,8 persen dan 1,4 persen. Lebih lanjut, BoJ meyakini ekonomi Jepang akan melanjutkan ekspansi dalam tempo yang moderat.

Perekonomian negara berkembang

Untuk mengurangi defisit neraca perdagangan AS terhadap Tiongkok, kedua negara menyepakati bahwa solusinya adalah dengan meningkatkan ekspor AS ke Tiongkok daripada mengurangi impor dari Tiongkok. Pemerintah Tiongkok menekankan AS untuk menghapus peraturan pengendalian ekspor dan meningkatkan ekspor produk teknologi ke Tiongkok. Selain itu, kedua negara juga setuju untuk meningkatkan kerja sama dalam sektor jasa dan meningkatkan mutual investment serta menciptakan lingkungan investasi yang terbuka, transparan dan mudah.

Pemerintah Tiongkok berencana membentuk komite stabilitas dan pembangunan untuk mengelola risiko kredit yang semakin meningkat. Komite tersebut akan berada di bawah kabinet dan dikoordinasikan oleh Bank Sentral Tiongkok. Sebagaimana diketahui, saat ini Tiongkok sedang menghadapi peningkatan risiko akibat kesalahan alokasi investasi yang dilakukan sejak krisis keuangan global. Dalam hal ini, komite yang dibentuk akan bertanggungjawab untuk memformulasikan rencana pembangunan sektor keuangan, memformulasikan peraturan di sektor keuangan, dan memastikan regulator bertanggung jawab ketika kurangnya pengawasan.

Pemerintah Brazil menurunkan perkiraan tingkat inflasi tahun 2017 dikarenakan lambatnya perbaikan ekonomi, kondisi ini membebani penerimaan negara sehingga diperlukan kenaikan pajak dan pemotongan belanja pemerintah. Pemerintah Brazil memperkirakan inflasi pada tahun 2017 berada di level 3,7 persen atau lebih redah dari estimasi sebelumnya 4,3 persen tetapi Pemerintah tetap mempertahankan asumsi pertumbuhan PDB di tingkat 0,5 persen. Sampai dengan bulan Juni, inflasi tercatat sebesar -0,18 persen mom (deflasi) dan 2,78 yoy. Selain itu, Bank Sentral Brazil mencatat surplus neraca berjalan sebesar $ 1,33 milyar atau sedikit diatas estimasi pasar sebesar $ 1,325 miliar serta investasi asing sebesar $ 3,991 miliar atau diatas estimasi sebesar $ 2,8 miliar.

Regulator Pasar Modal India (Securities and Exchange Board of India/SEBI) menetapkan batas maksimum pembelian utang korporasi oleh investor asing dalam denominasi Rupee adalah sebesar 95 persen. Setelah batas tersebut terpenuhi maka kostudian diminta untuk menghentikan permintaan dari investor asing dan 5 persen sisa obligasi akan dijual dalam format lelang. Selain itu, SEBI juga mengatakan bahwa korporasi di India dilarang untuk menjual utang dalam denominasi Rupee di luar negeri sampai kepemilikan asing dalam utang korporasi berada di bawah 92 persen. Pasar surat utang India selama ini menarik bagi investor asing karena kuatnya mata uang, inflasi yang rendah, serta peningkatan ekonomi negara tersebut.

Perekonomian nasional

Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate di level 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap 4,00% dan Lending Facility tetap 5,50%, sejalan dengan upaya BI untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian global dan domestik. Secara umum, BI meyakini kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik namun masih tertahan oleh perlambatan konsumsi meski telah terdapat peningkatan investasi. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2017 masih berada di kisaran 5,0-5,4% dan akan terjadi penurunan inflasi akibat lemahnya permintaan dan terkendalinya harga pangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target nilai kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross di bawah 3% pada tahun ini. Target tersebut ditetapkan bagi setiap bank, tidak hanya pada angka agregat. OJK mencatat terdapat 22 bank yang memiliki NPL di atas 5 persen dan beberapa bank lainnya mempunyai NPL di atas 3 persen. OJK mencatat, selama ini permasalahan NPL perbankan terbagi dalam dua aspek, yakni tata kelola (governance) internal yang buruk dan belum pulihnya kondisi ekonomi makro.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) memberikan afirmasi atas Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB-dengan positive outlook. Beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut yaitu beban utang Pemerintah yang rendah, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik, serta eksposur Pemerintah atas risiko sektor perbankan yang terbatas. Fitch mencatat dua hal yang menjadi perhatian yaitu perlunya penguatan sektor eksternal dan perbaikan struktural tata kelola dan lingkungan bisnis.

Perkembangan komoditas global

Harga minyak mentah global pekan ini ditutup lebih rendah secara mingguan, tertekan oleh kekhawatiran atas lonjakan pasokan minyak mentah global menjelang pertemuan produsen utama OPEC dan non-OPEC di St. Petersburg, Rusia. Di tengah tekanan yang dialami minyak mentah, harga batubara mengalami penguatan seiring munculnya sentimen atas meningkatnya permintaan, salah satunya dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok yang mengharapkan kenaikan produksi batubara Tiongkok untuk memenuhi kebutuhan musim dingin. Selain itu, sentiment positif bagi harga batubara juga datang dari AS setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan AS keluar dari kesepakatan iklim Paris yang diikuti sentimen keseriusan AS untuk kembali membangun industri batubara. Harga emas mengalami penguatan pasca penegasan kembali oleh Bank Sentral Eropa atas kebijakan moneternya yang pekan ini mendorong penguatan Euro terhadap Dolar AS. ECB mempertahankan suku bunga pada rekor terendah dan memastikan program pembelian aset akan berlanjut dengan alokasi dana sebesar €60 miliar (USD69,15 miliar) per bulan, setidaknya sampai Desember 2017 dan dapat diperluas jika dianggap perlu. Harga nikel masih mengalami pelemahan akibat kekhawatiran akan adanya kelebihan supply. Dari komoditas perkebunan, harga CPO mengalami pelemahan seiring dengan  penguatan ringgit.

Perkembangan Sektor Keuangan

Indeks global pada perdagangan akhir pekan ditutup bervariasi dipengaruhi oleh rilis data dan laporan ekonomi dan keuangan di berbagai kawasan. Nilai tukar global juga bergerak bervariasi terhadap Dolar AS. Dari pasar keuangan domestik, IHSG tercatat mengalami penurunan mingguan sebesar -1,14 persen dan ditutup pada level 5.765,79. Investor nonresiden mencatatkan net sell sebesar Rp8,83 triliun. Di tengah aksi jual secara mingguan tersebut, secara ytd investor nonresiden masih mencatatkan net buy sebesar Rp8,54 triliun. Di tengah melemahnya IHSG, nilai tukar Rupiah mengalami penguatan mingguan dan ditutup pada level Rp 13.313 per dolar AS, sejalan dengan penguatan mata uang global dan kawasan kecuali Poundsterling, Real, dan Rubel. Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah relatif terjaga sebagaimana tercermin dari perkembangan spread harian antara nilai spot dan non deliverable forward 1 bulan selama sepekan.

Dari pasar SBN, pergerakan yield SUN seri benchmark mengalami penurunan sebesar 3 s.d. 16 bps selama sepekan. Di tengah penurunan yield, berdasarkan data setelmen BI per 21 Juli 2017, kepemilikan nonresiden atas SBN tercatat sebesar Rp771,62 T (39478%), atau secara nominal naik Rp9,69 triliun dibandingkan posisi pada (14/7) yang sebesar Rp761,94 T (38,84%). Secara ytd kepemilikan nonresiden naik Rp105,82 triliun sementara secara mtd naik Rp1,07 triliun.

ISU UTAMA: Surplus Perdagangan Indonesia Berlanjut

  • Perdagangan luar negeri Indonesia pada bulan Juni 2017 kembali mencatatkan surplus.
  • Selama semester I 2017, ekspor tumbuh sebesar 14,2% (yoy), sementara itu impor tumbuh sebesar 9,6% (yoy).
  • Membaiknya kinerja perdagangan Indonesia sepanjang semester I tidak terlepas dari adanya perbaikan dari kinerja ekonomi dunia terutama di negara-negara mitra dagang utama.
  • Hal yang patut diwaspadai adalah harga komoditas dunia yang cenderung melemah dalam beberapa bulan terakhir karena dapat memberikan tekanan pada kinerja ekspor Indonesia.

Surplus neraca perdagangan bulan Juni 2017

Perdagangan luar negeri Indonesia pada bulan Juni 2017 kembali mencatatkan surplus dengan nilai mencapai US$1,63 miliar. Surplus tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar US$0,58 miliar.  Meski surplus masih berlanjut, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada bulan Juni tersebut menunjukkan penurunan yang dipengaruhi salah satunya oleh cukup panjangnya libur Idul Fitri yang berdampak pada menurunnya aktivitas di pelabuhan. Ekspor pada bulan Juni tercatat mengalami penurunan sebesar 11,8% (yoy), sementara impor mengalami penurunan sebesar 17,2% (yoy).   

Berdasarkan kelompok ekonominya, penurunan ekspor disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas terutama kelompok lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, karet dan barang dari karet, kendaraan dan bagiannya, serta mesin-mesin/pesawat mekanik. Sementara itu, penurunan impor pada bulan Juni terjadi pada semua kelompok. Penurunan terbesar terjadi pada impor barang modal yang turun hingga 27,3% (yoy) dan kemudian diikuti oleh penurunan impor bahan baku yang mencapai 17,3% (yoy). Di sisi lain, impor barang konsumsi hanya turun sebesar 0,76% (yoy).

Kinerja perdagangan Indonesia semester I 2017

Sepanjang semester I 2017 perdagangan luar negeri Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$7,63 miliar, meningkat  dibandingkan dengan surplus yang terjadi di semester I tahun 2016 yang sebesar US$4,02 miliar . Ekspor tumbuh sebesar 14,2% (yoy), terutama didorong oleh peningkatan ekspor pada sektor migas yang mengalami pertumbuhan sebesar 17,02% (yoy). Sementara itu, impor mengalami pertumbuhan sebesar 9,6% (yoy), juga dipengaruhi oleh impor pada sektor migas yang tumbuh sebesar 33,72% (yoy). Berdasarkan volumenya, ekspor Indonesia sepanjang semester I mengalami pertumbuhan sebesar 4,65% dibandingkan dengan capaian pada semester I 2016. 

Membaiknya kinerja perdagangan Indonesia sepanjang semester I 2017 tidak terlepas dari adanya perbaikan pada kinerja perekonomian dunia terutama di negara-negara mitra dagang utama. Selain itu, juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan harga komoditas dunia yang pada tahun sebelumnya berada pada tingkat yang relatif rendah.  Namun, harga komoditas dunia yang cenderung melemah dalam beberapa bulan terakhir patut diwaspadai mengingat hal tersebut dapat memberikan tekanan pada kinerja ekspor Indonesia.


Sumber Data: Bloomberg, WEC, Bank Indonesia, Bisnis Indonesia, Reuters, FT, CNN Indonesia, CNBC, Investor Daily, Ipot News, BBC, Kompas, Antara News, Kontan.

 

 

“Perekonomian global melanjutkan tren positif di tengah pelemahan harga minyak dunia”

Perekonomian negara maju

Pembangunan rumah di AS pada bulan Juni mengalami rebound setelah terkontraksi di sepanjang tiga bulan terakhir. Perkembangan ini terutama ditopang oleh kenaikan pertumbuhan pembangunan rumah untuk single family dan multy family. Sejalan dengan pembangunan rumah, pertumbuhan izin pendirian bangunan turut mengalami kenaikan. Di tengah tinginya permintaan terhadap perumahan, sentimen pelaku konstruksi turun ke level terendah dalam 8 bulan terakhir. Penurunan tersebut disebabkan oleh tingginya harga bahan baku konstruksi, terutama kayu, serta terbatasnya persediaan lahan dan tenaga kerja. 

Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya pada level nol persen serta melanjutkan program quantitative easing (QE) sebesar EUR 60 miliar per bulan. Namun, pihak ECB memberikan sinyal bahwa peluang diturunkannya jumlah alokasi dana untuk program QE masih terbuka apabila tingkat upah dan inflasi di kawasan telah mencapai target yang ditetapkan.  Sebelumya, rilis data kantor statistik kawasan Eropa menunjukkan inflasi kembali melambat di bulan Juni seiring dengan melambatnya harga komoditas energi dan bahan pangan. Di sisi lain, inflasi inti yang mengecualikan komponen energi dan bahan pangan dalam perhitungannya mengalami kenaikan di bulan Juni.

Laju inflasi UK pada bulan Juni melambat untuk pertama kalinya sejak Oktober tahun lalu. Perlambatan ini terutama didorong oleh rendahnya harga bahan bakar bensin dan diesel. Para ekonom menilai, melambatnya laju inflasi mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Sementara itu, heat wave yang terjadi di UK pada bulan Juni mendorong kenaikan penjualan pakaian di negara tersebut. Kenaikan penjualan pakaian, alat rumah tangga, dan sepatu mendorong rebound penjualan ritel setelah mengalami kontraksi di bulan sebelumnya.

Bank of Japan (BoJ) mempertahankan kebijakan moneternya dengan menahan suku bunga pada level -0,1 persen. Selain itu, BoJ juga merevisi proyeksi inflasinya di tahun 2017 dan 2018, yaitu dari 1,4 persen dan 1,9 persen menjadi 1,1 persen dan 1,8 persen. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2017 dan 2018 direvisi ke atas menjadi 1,8 persen dan 1,4 persen. Lebih lanjut, BoJ meyakini ekonomi Jepang akan melanjutkan ekspansi dalam tempo yang moderat.

Perekonomian negara berkembang

Untuk mengurangi defisit neraca perdagangan AS terhadap Tiongkok, kedua negara menyepakati bahwa solusinya adalah dengan meningkatkan ekspor AS ke Tiongkok daripada mengurangi impor dari Tiongkok. Pemerintah Tiongkok menekankan AS untuk menghapus peraturan pengendalian ekspor dan meningkatkan ekspor produk teknologi ke Tiongkok. Selain itu, kedua negara juga setuju untuk meningkatkan kerja sama dalam sektor jasa dan meningkatkan mutual investment serta menciptakan lingkungan investasi yang terbuka, transparan dan mudah.

Pemerintah Tiongkok berencana membentuk komite stabilitas dan pembangunan untuk mengelola risiko kredit yang semakin meningkat. Komite tersebut akan berada di bawah kabinet dan dikoordinasikan oleh Bank Sentral Tiongkok. Sebagaimana diketahui, saat ini Tiongkok sedang menghadapi peningkatan risiko akibat kesalahan alokasi investasi yang dilakukan sejak krisis keuangan global. Dalam hal ini, komite yang dibentuk akan bertanggungjawab untuk memformulasikan rencana pembangunan sektor keuangan, memformulasikan peraturan di sektor keuangan, dan memastikan regulator bertanggung jawab ketika kurangnya pengawasan.

Pemerintah Brazil menurunkan perkiraan tingkat inflasi tahun 2017 dikarenakan lambatnya perbaikan ekonomi, kondisi ini membebani penerimaan negara sehingga diperlukan kenaikan pajak dan pemotongan belanja pemerintah. Pemerintah Brazil memperkirakan inflasi pada tahun 2017 berada di level 3,7 persen atau lebih redah dari estimasi sebelumnya 4,3 persen tetapi Pemerintah tetap mempertahankan asumsi pertumbuhan PDB di tingkat 0,5 persen. Sampai dengan bulan Juni, inflasi tercatat sebesar -0,18 persen mom (deflasi) dan 2,78 yoy. Selain itu, Bank Sentral Brazil mencatat surplus neraca berjalan sebesar $ 1,33 milyar atau sedikit diatas estimasi pasar sebesar $ 1,325 miliar serta investasi asing sebesar $ 3,991 miliar atau diatas estimasi sebesar $ 2,8 miliar.

Regulator Pasar Modal India (Securities and Exchange Board of India/SEBI) menetapkan batas maksimum pembelian utang korporasi oleh investor asing dalam denominasi Rupee adalah sebesar 95 persen. Setelah batas tersebut terpenuhi maka kostudian diminta untuk menghentikan permintaan dari investor asing dan 5 persen sisa obligasi akan dijual dalam format lelang. Selain itu, SEBI juga mengatakan bahwa korporasi di India dilarang untuk menjual utang dalam denominasi Rupee di luar negeri sampai kepemilikan asing dalam utang korporasi berada di bawah 92 persen. Pasar surat utang India selama ini menarik bagi investor asing karena kuatnya mata uang, inflasi yang rendah, serta peningkatan ekonomi negara tersebut.

Perekonomian nasional

Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate di level 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap 4,00% dan Lending Facility tetap 5,50%, sejalan dengan upaya BI untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian global dan domestik. Secara umum, BI meyakini kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik namun masih tertahan oleh perlambatan konsumsi meski telah terdapat peningkatan investasi. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2017 masih berada di kisaran 5,0-5,4% dan akan terjadi penurunan inflasi akibat lemahnya permintaan dan terkendalinya harga pangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target nilai kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross di bawah 3% pada tahun ini. Target tersebut ditetapkan bagi setiap bank, tidak hanya pada angka agregat. OJK mencatat terdapat 22 bank yang memiliki NPL di atas 5 persen dan beberapa bank lainnya mempunyai NPL di atas 3 persen. OJK mencatat, selama ini permasalahan NPL perbankan terbagi dalam dua aspek, yakni tata kelola (governance) internal yang buruk dan belum pulihnya kondisi ekonomi makro.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) memberikan afirmasi atas Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB-dengan positive outlook. Beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut yaitu beban utang Pemerintah yang rendah, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik, serta eksposur Pemerintah atas risiko sektor perbankan yang terbatas. Fitch mencatat dua hal yang menjadi perhatian yaitu perlunya penguatan sektor eksternal dan perbaikan struktural tata kelola dan lingkungan bisnis.

Perkembangan komoditas global

Harga minyak mentah global pekan ini ditutup lebih rendah secara mingguan, tertekan oleh kekhawatiran atas lonjakan pasokan minyak mentah global menjelang pertemuan produsen utama OPEC dan non-OPEC di St. Petersburg, Rusia. Di tengah tekanan yang dialami minyak mentah, harga batubara mengalami penguatan seiring munculnya sentimen atas meningkatnya permintaan, salah satunya dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok yang mengharapkan kenaikan produksi batubara Tiongkok untuk memenuhi kebutuhan musim dingin. Selain itu, sentiment positif bagi harga batubara juga datang dari AS setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan AS keluar dari kesepakatan iklim Paris yang diikuti sentimen keseriusan AS untuk kembali membangun industri batubara. Harga emas mengalami penguatan pasca penegasan kembali oleh Bank Sentral Eropa atas kebijakan moneternya yang pekan ini mendorong penguatan Euro terhadap Dolar AS. ECB mempertahankan suku bunga pada rekor terendah dan memastikan program pembelian aset akan berlanjut dengan alokasi dana sebesar €60 miliar (USD69,15 miliar) per bulan, setidaknya sampai Desember 2017 dan dapat diperluas jika dianggap perlu. Harga nikel masih mengalami pelemahan akibat kekhawatiran akan adanya kelebihan supply. Dari komoditas perkebunan, harga CPO mengalami pelemahan seiring dengan  penguatan ringgit.

Perkembangan Sektor Keuangan

Indeks global pada perdagangan akhir pekan ditutup bervariasi dipengaruhi oleh rilis data dan laporan ekonomi dan keuangan di berbagai kawasan. Nilai tukar global juga bergerak bervariasi terhadap Dolar AS. Dari pasar keuangan domestik, IHSG tercatat mengalami penurunan mingguan sebesar -1,14 persen dan ditutup pada level 5.765,79. Investor nonresiden mencatatkan net sell sebesar Rp8,83 triliun. Di tengah aksi jual secara mingguan tersebut, secara ytd investor nonresiden masih mencatatkan net buy sebesar Rp8,54 triliun. Di tengah melemahnya IHSG, nilai tukar Rupiah mengalami penguatan mingguan dan ditutup pada level Rp 13.313 per dolar AS, sejalan dengan penguatan mata uang global dan kawasan kecuali Poundsterling, Real, dan Rubel. Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah relatif terjaga sebagaimana tercermin dari perkembangan spread harian antara nilai spot dan non deliverable forward 1 bulan selama sepekan.

Dari pasar SBN, pergerakan yield SUN seri benchmark mengalami penurunan sebesar 3 s.d. 16 bps selama sepekan. Di tengah penurunan yield, berdasarkan data setelmen BI per 21 Juli 2017, kepemilikan nonresiden atas SBN tercatat sebesar Rp771,62 T (39478%), atau secara nominal naik Rp9,69 triliun dibandingkan posisi pada (14/7) yang sebesar Rp761,94 T (38,84%). Secara ytd kepemilikan nonresiden naik Rp105,82 triliun sementara secara mtd naik Rp1,07 triliun.

ISU UTAMA: Surplus Perdagangan Indonesia Berlanjut

  • Perdagangan luar negeri Indonesia pada bulan Juni 2017 kembali mencatatkan surplus.
  • Selama semester I 2017, ekspor tumbuh sebesar 14,2% (yoy), sementara itu impor tumbuh sebesar 9,6% (yoy).
  • Membaiknya kinerja perdagangan Indonesia sepanjang semester I tidak terlepas dari adanya perbaikan dari kinerja ekonomi dunia terutama di negara-negara mitra dagang utama.
  • Hal yang patut diwaspadai adalah harga komoditas dunia yang cenderung melemah dalam beberapa bulan terakhir karena dapat memberikan tekanan pada kinerja ekspor Indonesia.

Surplus neraca perdagangan bulan Juni 2017

Perdagangan luar negeri Indonesia pada bulan Juni 2017 kembali mencatatkan surplus dengan nilai mencapai US$1,63 miliar. Surplus tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar US$0,58 miliar.  Meski surplus masih berlanjut, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada bulan Juni tersebut menunjukkan penurunan yang dipengaruhi salah satunya oleh cukup panjangnya libur Idul Fitri yang berdampak pada menurunnya aktivitas di pelabuhan. Ekspor pada bulan Juni tercatat mengalami penurunan sebesar 11,8% (yoy), sementara impor mengalami penurunan sebesar 17,2% (yoy).   

Berdasarkan kelompok ekonominya, penurunan ekspor disebabkan oleh penurunan ekspor nonmigas terutama kelompok lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, karet dan barang dari karet, kendaraan dan bagiannya, serta mesin-mesin/pesawat mekanik. Sementara itu, penurunan impor pada bulan Juni terjadi pada semua kelompok. Penurunan terbesar terjadi pada impor barang modal yang turun hingga 27,3% (yoy) dan kemudian diikuti oleh penurunan impor bahan baku yang mencapai 17,3% (yoy). Di sisi lain, impor barang konsumsi hanya turun sebesar 0,76% (yoy).

Kinerja perdagangan Indonesia semester I 2017

Sepanjang semester I 2017 perdagangan luar negeri Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$7,63 miliar, meningkat  dibandingkan dengan surplus yang terjadi di semester I tahun 2016 yang sebesar US$4,02 miliar . Ekspor tumbuh sebesar 14,2% (yoy), terutama didorong oleh peningkatan ekspor pada sektor migas yang mengalami pertumbuhan sebesar 17,02% (yoy). Sementara itu, impor mengalami pertumbuhan sebesar 9,6% (yoy), juga dipengaruhi oleh impor pada sektor migas yang tumbuh sebesar 33,72% (yoy). Berdasarkan volumenya, ekspor Indonesia sepanjang semester I mengalami pertumbuhan sebesar 4,65% dibandingkan dengan capaian pada semester I 2016. 

Membaiknya kinerja perdagangan Indonesia sepanjang semester I 2017 tidak terlepas dari adanya perbaikan pada kinerja perekonomian dunia terutama di negara-negara mitra dagang utama. Selain itu, juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan harga komoditas dunia yang pada tahun sebelumnya berada pada tingkat yang relatif rendah.  Namun, harga komoditas dunia yang cenderung melemah dalam beberapa bulan terakhir patut diwaspadai mengingat hal tersebut dapat memberikan tekanan pada kinerja ekspor Indonesia.

Download Publication
Data Source: Bloomberg, WEC, Bank Indonesia, Bisnis Indonesia, Reuters, FT, CNN Indonesia, CNBC, Investor Daily, Ipot News, BBC, Kompas, Antara News, Kontan.

Briefing Notes Update

Alternative text - include a link to the PDF!


ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


KONTAK: Jl. Dr. Wahidin No. 1 Gd. R. M. Notohamiprodjo, Jakarta Pusat 10710
email: ikp@fiskal.depkeu.go.id

  Kurs Pajak : KMK Nomor 29/KM.10/2017,   USD : 13,319.00    AUD : 10,565.22    GBP : 17,326.17    SGD : 9,755.07    JPY : 11,932.55    EUR : 15,458.93    CNY : 1,971.30