Warta Fiskal

2016: Titik Balik Perekonomian Indonesia: 2017

Tahun 2016 adalah tahun momentum pemulihan ekonomi dan peningkatan kredibiltas kebijakan pemerintah, khususnya kebijakan fiskal. Konsolidasi target penerimaan dan belanja menjadi langkah kunci di dalam mewujudkan APBN yang kredibel, realistis, dan menjadi fondasi yang kuat dalam formulasi APBN tahun-tahun berikutnya. Meskipun efisiensi belanja dilakukan, APBN tetap ekspansif dengan pelaksanaan program pembangunan infrastruktur prioritas. Di samping, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia juga turut memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi. Koordinasi serta bauran kebijakan yang tepat antara pemerintah dan Bank Indonesia berperan optimal di dalam pengendalian harga yang tercermin dalam tingkat inflasi yang lebih terkendali.

|

Warta Fiskal

Sinergi Reformasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: 2016

Di tengah kinerja perekonomian global yang masih menghadapi berbagai risiko dan tantangan, Indonesia masih mampu berkembang secara positif. Beberapa tantangan dan risiko yang harus dihadapi di tataran global antara lain pertumbuhan ekonomi tahun 2016 yang diperkirakan melambat, harga komoditas yang mengalami perbaikan namun belum optimal, permintaan yang masih lemah yang antara lain disebabkan oleh proses rebalancing ekonomi di Tiongkok, serta adanya ketidakpastian yang masih tinggi karena gejolak geopolitik seperti Brexit dan arah kebijakan AS ke depan pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga 2016 mampu mencapai 5,02 persen, lebih tinggi dibandingkan negara-negara kawasan. Selain itu, indikator-indikator ekonomi makro Indonesia yang lain juga cukup stabil dan terjaga.

|

Warta Fiskal

Memperkuat Kredibilitas Kebijakan Fiskal: 2016

Pelaksanaan APBNP 2016 masih menghadapi tantangan walaupun tekanan fiskal sudah cenderung menurun. Keberhasilan program Amnesti Pajak pada tahap I mempunyai nilai strategis untuk memperkuat keberlanjutan fiskal. Namun demikian risiko ketidakpastian masih terasa walaupun tekanan terhadap ketahanan fiskal relatif menurun. Untuk itu pemerintah akan terus menjaga kewaspadaan serta terus berupaya agar arah dan strategi kebijakan baik pada sisi makro ekonomi, pendapatan, belanja maupun pembiayaan dapat berjalan sesuai ekspektasi.

|

Warta Fiskal

Menjaga Komitmen Reformasi untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan: 2016

Pemulihan ekonomi dunia pada tahun 2016 diperkirakan masih belum signifikan. Dalam rilis WEO Juli 2016, IMF kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global, yakni dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen, tak berubah dari posisi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2015. Beberapa risiko yang masih membebani pemulihan ekonomi dunia antara lain adalah negara maju (AS) yang belum mencapai tingkat full employment, kebijakan rebalancing ekonomi Tiongkok, kombinasi harga komoditas yang moderat, serta lemahnya permintaan global yang menciptakan tekanan bagi negara pengekspor komoditas.

|

Warta Fiskal

Terobosan Kebijakan di Tengah Ketidakpastian: 2016

Tinjauan Ekonomi, Keuangan, dan Fiskal Edisi II Tahun 2016 mengambil tajuk Terobosan Kebijakan di Tengah Ketidakpastian untuk mengelaborasi lebih jauh mengenai kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah di tengah perkembangan ekonomi global, terutama perkembangan yang terjadi sepanjang triwulan pertama tahun 2016. Pembahasan di dalamnya mencakup kondisi ekonomi makro dan kinerja fiskal pada triwulan pertama tahun 2016.

|

Warta Fiskal

Reformasi Fiskal Mendorong Optimisme: 2016

Tahun 2015 merupakan tahun yang sulit dan penuh tantangan bagi seluruh negara di dunia, tidak terkecuali negara berkembang seperti Indonesia. Dari sisi eksternal, tantangan berasal dari tingginya ketidakpastian perekonomian global, harga komoditas yang rendah dan cenderung terus menurun, ketidakpastian kebijakan moneter di negara-negara maju, dan melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Dari sisi internal, tantangan berasal dari efektivitas reformasi struktural yang secara konsisten terus digulirkan.

|

ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


KONTAK: Jl. Dr. Wahidin No. 1 Gd. R. M. Notohamiprodjo, Jakarta Pusat 10710
email: ikp@fiskal.depkeu.go.id

  Kurs Pajak : KMK Nomor 21/KM.10/2017,   USD : 13,323.00    AUD : 9,907.37    GBP : 17,281.27    SGD : 9,582.96    JPY : 11,933.93    EUR : 14,852.52    CNY : 1,937.44